Pilkada Miskin Figur Berkualitas | Helmi dan Rudy Dinilai Paling Layak
Garut, Jika banyak lembaga survey
dalam pilkada melakukan survey untuk mengukur tingkat popularitas,
akseptabilitas hingga elektabilitas para calon kepala daerah, Sawala Research
Center (SRC) bekerja sama dengan ICMI Korda Garut menggelar survey untuk
mengukur kapabilitas nama bakal calon bupati yang selama ini sudah beredar di
masyarakat. Adapun yang menjadi responden dari survey ini adalah 100 orang yang
dianggap tokoh masyarakat dari mulai tokoh akademisi, politikus, LSM, wartawan,
pengusaha dan lainnya.
Dari hasil survey tersebut, SRC
melihat Pilkada Garut yang akan digelar September mendatang miskin akan figur
calon yang memiliki kapabilitas untuk membawa Garut keluar dari berbagai
permasalahan yang saat ini ada di Garut. Dua nama yang menempati posisi paling
tinggi dalam survey tersebut yaitu dr. Helmi Budiman yang diusung Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) dan Rudy Gunawan pun nilai yang didapat dari penilaian
responden masih jauh belum bisa dianggap baik. Meski demikian, Helmi dan Rudy
juga menjadi dua nama yang paling banyak direkomendasikan oleh tokoh Garut yang
menjadi responden untuk memimpin Garut lima tahun kedepan.
SRC, lewat salah satu penelitinya
yaitu Diponegoro dalam ekspose hasil surveynya yang digelar Kamis (23/5) di
Hotel Sumber Alam mengungkapkan, ada sembilan kriteria yang dijadikan indikator
ukuran kapabilitas calon dalam survey ini. Penentuan indikator dan nama bakal
calon sendiri, muncul dalam dua kali Focus Grup Discussion (FGD) yang digelar
dengan melibatkan tokoh masyarakat dari berbagai kalangan. FGD ini, juga
menentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi responden survey.
Dari masing-masing kriteria,
menurut Dipo, calon yang menempati posisi teratas bisa berbeda-beda tergantung
kriterianya. Namun setelah ditotal, nama dr. Helmi Budiman memang menempati
posisi teratas dan dianggap paling memiliki kapabilitas untuk memimpin Garut. Sementara
posisi keduanya adalah Rudy Gunawan dan posisi ketiga adalah Teten Masduki yang
namanya muncul dalam FGD. “Sembilan kriteria yang dijadikan ukurannya adalah
visionet, integritas moral, intelektualitas, kepemimpinan, kemampuan tata
kelola pemerintahan, skill politik, komunikasi politik, stabilitas emosi dan
yang terakhir adalah penampilan (performance)” katanya.
Dari sembilan kriteria tersebut,
Helmi menempati posisi pertama dengan enam kriteria diantaranya adalah kriteria
integritas moral, intelektualitas, kemampuan tata kelola pemerintahan,
komunikasi politik, stabilitas emosi dan kriteria penampilan. Sementara, Rudy
dinilai paling baik dalam kriteria visi dan skill politik dan Teten unggul
dalam kriteria kepemimpinan.
Dalam ririlsnya, SRC menyampaikan,
nama bakal calon yanga kan disurvey, muncul setelah sembilan kriteria untuk
mengukur kapabilitas calon ditetapkan. SRC mengakui, nama-nama yang muncul
dalam 10 besar memang didominasi oleh sosok yang memang sudah sejak alama
menyatakan diri sebagai bakal calon bupati Garut, seperti dr. Helmi Budiman,
Rudy Gunawan, Saeful Anwar, Mukhlis Badruzaman, Abdusyakur Amin dan Dedy
Suryadi. Sementara empat nama lainnya yang muncul belakangan adalah Ieke
Sartika, Dindin Maolani yang wajah baru serta Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki.
“100 tokoh yang menjadi responden,
terkesan sulit lepas dari belenggu karakter dan latar belakang calon pemimpin
yanitu melulu didominasi politisi. Hasil riset ini menunjukkan bahwa figur
politisi dianggap lebih mewakili untuk memimpin dibanding calon dari birokrat,
pengusaha, profesional, intelektual maupun tokoh agama atau tokoh masyarakat”. Katanya Dipo dalam rilis resminya.
Temuan yang paling menarik dari
survey ini menurut Dipo adalah, tidak ada satupun calon yang nilainya ideal. Calon-calon
yang dinilai cukup sama sekali tidak istimewa dan jauh dari ideal. Ini juga
terlihat dari tiap kriteria yang diuji. “Secara sederhana, dapat disimpulkan
bahwa mereka dalah figur terbaik diantara figur-figur yang cukup baik,”
katanya.
Sumber: Radar Garut (edisi cetak)

Tidak ada komentar: