Gubernur Jabar: “Generasi Muda Muslim Kudu Menjauh Dari Penyalahgunaan Narkoba dan Pornografi”
| Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan bersafari ramadhan ke Pontren Qurota A'iun, Samarang |
Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, LC mengajak para santri di Kabupaten Garut, agar bisa berwirausaha, dan mengembangkan diri menjadi pengusaha, atawa pedagang yang berhasil.
Gubernur juga mengingatkan, generasi muda Muslim kudu menjauh dari penyalahgunaan Narkoba, dan Pornografi.
Seruan tersebut, dikemukakannya pada rangkaian safari ramadhan pada Pondok Pesantren Qurota a’iun di Jl. Raya Samarang, Garut, Jum’at (19/07).
Kemudian bertanya lagi, seperti apa saya pada 15, 20, dan 25 tahun mendatang…?
Atawa siapakah saya di masa depan…?
Menyusul masa depan itu, bakal hadir sesuai pemikiran rencana, atawa rancangan kita hari ini.
Sehingga diharapkan, ke depan lebih banyak menjadi pedagang, maka jiwa pedagang tersebut,
kudu sangat kuat, dan kokoh.Lantaran, dari 10 pintu rejeki, terdapat sembilan pintu di antaranya untuk pedagang atawa usahawan, maupun saudagar.
Selama ini pun, kerap kesulitan mengumpulkan dana untuk pembangunan masjid, dan madrasah, lantaran masih sedikit usahawannya.
“Tak apa-apa menjadi kiayi, atawa ustad merangkap menjadi pedagang atawa saudagar dengan upaya berwirausaha,” imbuh Gubernur.
Selanjutnya, terus lah bertanya siapakah saya nanti …?
Apa bentangan cita-cita saya, serta apa konsep diri saya, imbuh Gubernur Heryawan pada para santri.
“Sabisa bisa, kudu bisa, insyaallah pasti bisa,” katanya.
Selain itu, bertanya pula, seperti apa orang mengenal saya, setelah saya sudah wafat…?
Itulah antara lain konsep Imam Gozali, seluruh warga Jabar juga kudu sukses berwirausaha.
Pendidikan formal, SD hingga SMP gratis, ditopang dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pemprov Jabar, berkisar Rp1,2 hingga Rp1,5 juta setiap murid per tahun.
Sedangkan Bantuan Gubernur bagi pembangunan empat ruang kelas Pondok Pesantren Qurota a’iun Samarang, sebesar Rp360 juta, atawa Rp90 juta bagi setiap pembangunan ruang kelas baru.
Kemudian bantuan pembangunan masjid di Pondok Pesantren ini Rp250 juta, yang diharapkan bisa segera terealisasi proses pencairan dananya.
Pada rangkaian safari ramadhan itu, Gubernur dan rombongan berkunjung pula pada Pondok Pesantren Daarul Ullum Karangpawitan.
Serta menggelar pertemuan dengan para tokoh pondok pesantren di Bale Paminton, antara lain sebagai ajang silaturahmi.
Sebelumnya gubernur dan rombongan melaksanakan Shalat Jum’at di Masjid Agung Garut.
Antara lain dihadiri dr H. Helmi Budiman, MM juga Rudy Gunawan, SH, MH selain itu Ust. Ahab Syihabuddin, SHi dan Asisten Setda Sujana Syafe’i, MH serta rombongan lainnya.
“Bangun Monorel”
Kepada Garut News, Gubernur katakan safari ramadhan ini terus berlanjut di Bandung, bahkan Jum’at malam (19/07), berlangsung makan malam bersama dengan kalangan investor dari China.
Sekaligus dilakukan penandatanganan MoU pembangunan monorel di Bandung.
Jika pembangunan monorel di Bandung Tuntas dan Sukses, insyaallah bakal dilanjutkan di Kabupaten Garut, ungkap Gubernur Ahmad Heryawan, menambahkan kepada Garut News.
sumber: garutnews.com (John)
Tidak ada komentar: